TKN Prabowo – Gibran Tuding untuk Degradasi Pemilu 2024 Terkait Beredarnya Film Dokumenter ‘Dirty Vote’

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 12 Februari 2024 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Habiburokhman. (Dok. Dpr.go.id)

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Habiburokhman. (Dok. Dpr.go.id)

HARIANJAYAKARTA.COM – Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menanggapi beredarnya film dokumenter Dirty Vote yang kontroversial itu.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Habiburokhman menyebut Dirty Vote merupakan film yang berisi fitnah.

Habiburokhman pun mempertanyakan kebenaran pakar-pakar hukum yang hadir di film itu.

Ia menyangsikan dugaan kecurangan yang diarahkan ke Prabowo-Gibran.

“Sebagian besar yang disampaikan dalam film tersebut adalah sesuatu yang bernada fitnah.”

“Narasi kebencian yang sangat asumtif, dan sangat tidak ilmiah,” kata Habiburokhman.

Baca artikel lainnya di sini : Kontroversi Film ‘Dirty Vote’, Mantan Mendag Muhammad Lutfi: Aktivis Namun Dukung Calon Presiden Tertentu

Habiburokhman menyampaikan hal itu dalam jumpa pers di Media Center Prabowo-Gibran, Jakarta, Minggu (11/2/2024).

Habib menilai film Dirty Vote sengaja dibuat untuk mendegradasi penyelenggaraan Pemilu 2024.

Lihat juga konten video, di sini: Bersama Prabowo dan Ratusan Ribu Warga di Sidoarjo, Jawa Timur, Gus Miftah Pimpin Sholawat

Dia menilai tuduhan-tuduhan yang disampaikan dalam film tersebut tak berdasar.

Rumah produksi WatchDoc yang merilis Film Dirty Vote ini mengaku berupaya mengungkap berbagai kecurangan yang diduga terjadi menjelang pemilihan umum atau Pemilu 2024.

Dalam film ini, tiga pakar hukum seperti Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, dan Feri Amsari yang mengupas upaya kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif dalam film tersebut.

Ketiga sosok ahli hukum itu selama ini juga aktif dalam gerakan antikorupsi.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Mereka bertiga juga diketahui merupakan anggota Tim Percepatan Reformasi Hukum yang dibentuk oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud Md.

Kini, Mahfud MD adalah calon Wakil Presiden 03 pasangan Capres Ganjar Pranowo yang diusung oleh Koalisi PDI Perjuangan.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Pembentukan Tim Percepatan Reformasi Hukum ini didasarkan pada Surat Keputusan Menkopolhukam Nomor 63 Tahun 2023.

Tentang Tim Percepatan Reformasi Hukum yang ditandatangani oleh Mahfud Md pada 23 Mei 2023.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Adapun WatchDoc pernah merilis film-film dalam momentum pemilu. Pada 2014, mereka meluncurkan film Ketujuh.

Lalu pada 2017, menjelang Pilkada DKI Jakarta, mereka menerbitkan Jakarta Unfair. Pada Pilpres 2019, ada film Sexy Killers.***

Artikel di atas juga sudah dìterbitkan di portal berita nasional Hallopresiden.com

Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Halloup.com dan Ekbisindonesia.com

Berita Terkait

Partai Golkar Usulkan Kaesang Pangarep dan Jusuf Hamka Maju di Pilkada DKI Jakarta, Pilgub Jakarta 2024
Partai Golkar Usulkan Kaesang Pangarep dan Jusuf Hamka Maju di Piĺkada DKI Jakarta, Pilgub Jakarta 2024
Sebut Takdir Tak Ditentukan olah Hasil Survei, Ridwan Kamil Isyaratkan akan Maju di Pilkada DKI Jakarta
Bamus Suku Betawi 1982 Usulkan 5 Nama Cagub atau Wagub DKI Jakarta, Salah Satunya Dailami Firdaus
Usung Ridwan Kamil Sebagai Gubernur Jakarta, ‘Relawan Kita’ Hadir di 5 Kota dan Kabupaten Pulau Seribu
Termasuk Anies Baswedan dan Ahmad Sahroni, DPW NasDem Jakarta Usulkan 3 Nama di Pilgub Jakarta
Mas Kaesang Siap ke Jakarta? Ini Jawaban Kaesang Pangarep Tanggapi Pertanyaan Warga di Kawasan Menteng
Sebut Ditawari Koalisi untuk Posisi Cawagub Ridwan Kamil, Partai Gerindra Tanggapi Pernyataan PKS
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 19:46 WIB

Partai Golkar Usulkan Kaesang Pangarep dan Jusuf Hamka Maju di Pilkada DKI Jakarta, Pilgub Jakarta 2024

Sabtu, 13 Juli 2024 - 14:01 WIB

Partai Golkar Usulkan Kaesang Pangarep dan Jusuf Hamka Maju di Piĺkada DKI Jakarta, Pilgub Jakarta 2024

Kamis, 11 Juli 2024 - 15:42 WIB

Sebut Takdir Tak Ditentukan olah Hasil Survei, Ridwan Kamil Isyaratkan akan Maju di Pilkada DKI Jakarta

Senin, 8 Juli 2024 - 07:42 WIB

Bamus Suku Betawi 1982 Usulkan 5 Nama Cagub atau Wagub DKI Jakarta, Salah Satunya Dailami Firdaus

Minggu, 23 Juni 2024 - 20:34 WIB

Usung Ridwan Kamil Sebagai Gubernur Jakarta, ‘Relawan Kita’ Hadir di 5 Kota dan Kabupaten Pulau Seribu

Minggu, 23 Juni 2024 - 16:07 WIB

Termasuk Anies Baswedan dan Ahmad Sahroni, DPW NasDem Jakarta Usulkan 3 Nama di Pilgub Jakarta

Jumat, 21 Juni 2024 - 13:41 WIB

Mas Kaesang Siap ke Jakarta? Ini Jawaban Kaesang Pangarep Tanggapi Pertanyaan Warga di Kawasan Menteng

Kamis, 20 Juni 2024 - 11:17 WIB

Sebut Ditawari Koalisi untuk Posisi Cawagub Ridwan Kamil, Partai Gerindra Tanggapi Pernyataan PKS

Berita Terbaru