Influencer Produk Kecantikan Ancam Kriminalisasi Media, Dewan Pers: Media Tidak Bisa Dipidana

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 30 Juni 2024 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANJAYAKARTA.COM – Seorang influencer dan juga berprofesi sebagai dokter berinisial RL melakukan somasi terbuka dan mengancam memidanakan sebuah media terkait pemberitaan investigasi terkait produk kecantikan etiket biru.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers Arif Zulkifli mengatakan bahwa berdasarkan Undang-undang (UU) Pers, maka permasalahan pemberitaan sebuah media harus diselesaikan melalui Dewan Pers secara kode etik, bukan ke ranah hukum.

Ia pun meminta agar influencer tersebut dapat mengajukan hak jawab jika merasa keberatan dengan sebuah pemberitaan.

“Bisa mengajukan hak jawab. Karena secara legal kriminalisasi sulit dilakukan karena UU Pers memerintahkan harus diselesaikan dengan mekanisme mediasi etik,” kata Arif dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu 29 Juni 2024.

Menurutnya, ketika media yang membuat berita terkait dengan temuan adanya merek kosmetik yang disita BPOM pun menggunakan kata diduga, dan sudah sesuai kode etik jurnalistik.

“Iya, harus menggunakan kata diduga. Sudah sesuai kode etik jurnalistik,” ujarnya.

Senada, Pengamat hukum dan Kejaksaan, Fajar Trio mengatakan bahwa jika ada pihak yang keberatan dengan suatu pemberitaan, maka penyelesaiannya harus melalui Dewan Pers.

Hal tersebut kata dia sesuai dengan Undang-Undang Pers nomor 40 tahun 1999.

“Bahkan baik dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan dugaan pencemaran baik terkait pemberitaan di media pun harus melalui Dewan Pers. Karena pemberitaan adalah produk jurnalistik yang dilindungi UU Pers jadi tidak bisa dipidana maupun gugat perdata,” kata Fajar di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa sepanjang karya jurnalis atau wartawan masih dalam konteks produk jurnalistik, wartawan tidak bisa dijamah polisi, jaksa maupun hakim.

“Polisi, jaksa, hakim tidak bisa menjamah produk wartawan, selama itu adalah karya jurnalistik. Tapi kalau itu perbuatan pribadi seperti curi, rampok, korupsi dan lain-lain (pidana umum), ya, itu tetap dia dihukum.“

“Tetapi sepanjang dia (wartawan) menghasilkan sebuah tulisan, gambar, grafik dan sebagainya, itulah yang disebut karya jurnalistik. Karya jurnalistik itulah yang melindungi wartawan sampai kapan pun, dan itu universal,” sambungnya.

Di dalam Undang-Undang Pers, lanjutnya, mengandung 10 bab dan 21 pasal. Pada pasal 7 memuat khusus tentang Dewan Pers. Artinya, undang-undang tersebut memerintahkan Dewan Pers untuk mengambil langkah-langkah melindungi profesi wartawan.

“Ketika kita dikritik sebelum reformasi bahwa wartawan itu tidak punya Lex Spesialis, maka lahirnya UU No.40 tahun 1999 tentang Pers ini menjawab persoalan jurnalistik,” katanya.

Menurutnya, aparat penegak hukum pun tidak bisa melakukan penindakan hukum pada seorang jurnalistik yang berbicara terkait fakta yang didapatnya di media.

“Selain itu juga khan ada UU Kebebasan Pers di mana jika ada yang keberatan dalam sebuah pemberitaan ya ada hak jawab, dan Dewan Pers tidak boleh langsung lapor polisi,” imbuhnya.

“Prinsipnya kan nullum delictum nulla poena sine praevia lege poenali yang merupakan asas yang berlaku untuk suatu tindak pidana, yang mana tidak ada perbuatan yang dapat dipidana kecuali atas aturan pidana dalam perundang-undangan yang telah ada sebelum perbuatan tersebut dilakukan. Asas ini dikenal dengan asas legalitas,” ujarnya.

Sementara terkait tudingan influencer RL yang diduga menyebut bahwa media bisa dibayar, Fajar menilai pernyataan tersebut dapat melukai para pelaku industri media, khususnya profesi wartawan atau jurnalis.

“Jelas pernyataan tersebut melukai profesi jurnalis dan industri media. Terlalu meremehkan, padahal profesi Jurnalis memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan kebenaran dan kualitas informasi yang disampaikan kepada publik.”

“Tugas utama seorang jurnalis adalah melaporkan peristiwa-peristiwa aktual, menganalisis isu-isu penting, dan menyajikan informasi kepada khalayak melalui berbagai media, seperti surat kabar, majalah, televisi, radio, dan platform digital,” kata dia.***

Penulis : Aer

Sumber Berita : Rilis

Berita Terkait

Satpolairud Polres Kepulauan Seribu Diundang ke Program TVRI “Buah Hatiku Sayang
WNA Asal Vietnam dan Tiongkok Diduga Lakukan Kegiatan Prostitusi Online, Diamankan Pihak Imigrasi
Patroli Malam Perintis Presisi Polsek Kepulauan Seribu Utara Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Ajie Lukman Hidayat Jalin Silaturahmi dengan Bupati Adm. Kepulauan Seribu
Patroli Satpolairud Polres Kepulauan Seribu Antisipasi Kejahatan di Laut
Bhabinkamtibmas Pulau Panggang Gelar Sambang Warga, Pererat Silaturahmi dan Sosialisasi Call Centre POLRI 110
Kapolres Kepulauan Seribu Gelar Jumat Curhat di Pulau Panggang, Fokus pada Pemeliharaan Kamtibmas
Polres Kepulauan Seribu Lakukan Pengecekan Smartphone Anggota untuk Cegah Judi Online
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 17 Juli 2024 - 17:29 WIB

Satpolairud Polres Kepulauan Seribu Diundang ke Program TVRI “Buah Hatiku Sayang

Selasa, 16 Juli 2024 - 14:43 WIB

WNA Asal Vietnam dan Tiongkok Diduga Lakukan Kegiatan Prostitusi Online, Diamankan Pihak Imigrasi

Senin, 15 Juli 2024 - 15:03 WIB

Patroli Malam Perintis Presisi Polsek Kepulauan Seribu Utara Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Kamis, 11 Juli 2024 - 17:31 WIB

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Ajie Lukman Hidayat Jalin Silaturahmi dengan Bupati Adm. Kepulauan Seribu

Senin, 8 Juli 2024 - 17:51 WIB

Patroli Satpolairud Polres Kepulauan Seribu Antisipasi Kejahatan di Laut

Jumat, 5 Juli 2024 - 14:57 WIB

Bhabinkamtibmas Pulau Panggang Gelar Sambang Warga, Pererat Silaturahmi dan Sosialisasi Call Centre POLRI 110

Jumat, 5 Juli 2024 - 14:44 WIB

Kapolres Kepulauan Seribu Gelar Jumat Curhat di Pulau Panggang, Fokus pada Pemeliharaan Kamtibmas

Minggu, 30 Juni 2024 - 14:32 WIB

Influencer Produk Kecantikan Ancam Kriminalisasi Media, Dewan Pers: Media Tidak Bisa Dipidana

Berita Terbaru